Friday, April 19, 2013

[poem] Malam, Kopi dan Imaji yang Memburam



Malam ini aku duduk disudut yang sama. Bertemankan segelas kopi, kuhadirkan sejenak kenangan yang pernah kita lalui bersama.
                Ada tawa, tangis, amarah, diam.
                Kuhirup kopi. Kugambarkan imaji dirimu yang semakin hari semakin memburam. Kugariskan indahnya airmatamu pada selembar kertas putih.
                Aku mencoba menebalkan garis tepi dari sendunya matamu. Menolak untuk melupakan sinar yang pernah kulihat disana.
                Aku berusaha membuat lekuk senyum pada bibir semerah darah. Tak ingin kehilangan manis kecup mesramu.
                Aku menggariskan lembut rambut ikalmu. Tak rela harumnya yang pernah tertempel pada sarung bantal ini menipis karena terus kuhirup.
                Warna malam semakin memudar. Kopi ini mendingin. Persis seperti rasa yang pernah kita rasakan dulu.
                Sekali saja kupinta kamu untuk mengingat aku. Seperti aku yang masih terus mencoba melukis indahmu pada selembar kertas putih dengan guratan halus yang pasti akan memburam.
                Sama seperti imaji dirimu, yang memburam, berjalan memunggungi aku, untuk kemudian menghilang tertelan detik waktu.

4 comments:

  1. Iseng searching2 nyari novel "Dead Born by Joan Lock" malah mampir ke blog ini..

    Deskripsi header-nya keren "...where everything in this Universe are relative."

    Terus berkarya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih banyak sudah mampir dan membaca :)

      Delete
  2. Terima kasih kembali, mungkin akan mampir lagi suatu saat. Bahasa tuturnya menarik :)

    ReplyDelete