Tuesday, April 23, 2013

[poem] Hujan

Tidak semua orang suka hujan.
                Ketika suara rintik hujan terdengar, orang-orang berlalu-lalang dalam ketergesaan. Mencari tempat berteduh dari dinginnya rintik hujan.
                Tapi kamu lain. Kamu menikmati setiap tetesan hujan yang menghujam lembut kulitmu. Kamu menyukai suara hujan yang menampar aspal. Kamu tak keberatan seluruh tubuhmu kuyup karena terlalu asik bercengkrama dengan peri-peri air yang datang bersama hujan.
                Kamu tahu? Aku kangen sekali melihat kamu yang seperti itu.
                Dulu, setiap kali hujan, aku selalu menanti saat-saat kamu bermain dengan para peri air dari sisi jendela besar. Meskipun aku takut dengan kilat dan guntur, tapi jika aku bisa melihat kamu, maka itu bukan masalah.
                Seringkali kamu sakit sehabis bermain hujan. Tapi kamu tak peduli. Kapanpun hujan datang, kamu dengan semangat akan keluar, menyambut peri-peri air yang datang bersama hujan. Menari dan tertawa bersama. Hanya kalian yang mengerti apa yang tengah ditertawakan.
                Aku iri. Ketika kamu bisa bermain diluar sana, aku hanya duduk diam disisi jendela. Melihatmu tertawa-tawa dari dalam. Tapi biarlah.
                Tapi semua tak lagi sama.
                Kita terikat dan terseret dalam arus waktu. Hidup bergulir. Dan aku kehilangan kamu. Kehilangan kamu yang dulu, yang suka sekali bermain hujan.
                Sampai sekarang, ketika hujan datang dan orang-orang mulai berlalu-lalang dalam ketergesaan, aku akan duduk disisi jendela. Menunggu titik-titik hujan mengetuk-ngetuk kaca jendela yang membiaskan bayangan kamu yang asik bercengkrama dengan para peri air. Karena memori tentang kamu sudah tersimpan dalam setiap rintik hujan.

6 comments:

  1. Saat hujan, harum tanah menyengat, menyembul mengeluarkan kenangan hangat..

    Hei saya mampir lagi, mungkin lain kali juga jika berkenan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan, dan akan selalu ada terima kasih atas kesediaannya :)

      Delete
  2. Tapi semua tak lagi sama.
    Kita terikat dan terseret dalam arus waktu. Hidup bergulir. Dan aku kehilangan kamu. Kehilangan kamu yang dulu, yang suka sekali bermain hujan.

    ReplyDelete