Tuesday, April 9, 2013

[poem] Malam, Hujan dan Cerita Tentang Perpisahan

Wahai malam, mengapa kamu menangis?

Mengapa tak kau hibur saja aku dengan bintang yang berkelip jenaka dimatamu alih-alih ikut bersedih bersamaku?

Wahai malam, mengapa kamu mengisak?

Mengapa tak kau buat aku tersenyum dengan kemilau bulan yang menyinari wajah sendumu?

Jangan buat aku semakin tak berdaya dalam tangismu.

Ataukah mungkin, kau juga turut merasa apa yang kurasa?

Rindu yang tertahan pada sang Kekasih yang tak kunjung tiba?

Yang bayangannya tak lepas dari dekapan hati.

Wahai malam, hentikan tangismu.

Jangan tenggelamkan aku dalam pilumu.

Ayo kita tidur.

Dekap aku, biarkan aku lelap dalam buaianmu.

Agar kita dapat bertemu dengan dia yang telah menunggu dipintu mimpi.

Selamat tidur, tangismu menderas.

Selamat tinggal, cinta tak terbalas.

Selamat datang, hati yang terbebas.

No comments:

Post a Comment