Tuesday, June 13, 2017

Ulang

Angin sisa musim dingin berbisik lirih.

Meminta sehelai daun coklat menari di udara.

Menari.

Menari.

Sampai mati.

Kamu tertawa.

Setetes embun menitik.

Kamu terus menari tanpa peduli.

Rambut hitammu tergerai bebas.

Geligi putih yang berkilau di antara bibir semerah darah.

Mata hitam yang nyalang.

Malam begitu sunyi, tapi kamu belum berhenti menari.

Aku mengulang kenangan itu setiap hari.

No comments:

Post a Comment