Mobil yang ku kendarai hari ini bukan mobilku yang biasa. Tapi, karena harus mencari uang, terpaksalah ku pinjam mobil kakakku yang kebetulan sedang tidak dipakai.
Jalanan Ibukota hari ini pun masih sama seperti biasanya. Macet, bising dan berpolusi.
Mendengarkan musik adalah sebuah penghiburan dari penat dan lelahnya mengemudi. Terkadang ku putar lagu dari telepon pintarku.
Dan hari ini, di tempat yang sangat familiar, lagu itu terputar dari pemutar lagu yang ku setel random.
Sungguh lucu. Lagu itu sudah lama sekali tidak ku dengarkan. Hanya karena kenangan lah lagu itu masih tersimpan.
Kenangan tentang sebuah keegoisan dan perasaan yang tidak pernah tersampaikan.
Tidak bisa tidak, aku jadi kembali teringat.
Ku pandangi pemotor di sekitar yang tertahan lampu merah.
Mungkinkah kamu salah satunya? Yang memakai sepatu converse ungu muda dan jaket abu-abu yang suka kamu pakai dulu?
Aku tertawa.
Apa Semesta bisa selawak itu?
...
Sebuah lagu tentang kamu yang secara acak terputar mengalun di earphone. Di tempat yang familiar untuk kita berdua.
Saya tersenyum kecil.
Seraya menyimpan kembali telepon pintar di saku jaket abu-abu yang biasa saya pakai, saya jejakkan kaki bersepatu converse ungu saya dan melaju.
Semoga kamu sudah bahagia.
No comments:
Post a Comment