Friday, June 2, 2017

PLAK!!

PLAK!
Pipi kiri memanas.
"Aduh!!"
PLAK!!
Pipi kanan semerah tomat.
"Sakit!!"
Tangan itu melayang, siap mendarat entah di pipi sebelah mana.

"STOP!!"

Pemilik tangan itu tertawa terkekeh, "kenapa? Sakit? Ya, bagus. Sekarang saya tanya, kamu nyesal, ndak?"

"Siapa yang nyesel?! Lagian saya salah apa?!"

Makin ia terkekeh, "kamu ndak usah pura-pura ndak tau. Ndak usah pura-pura ndak punya dosa. Semua manusia pasti punya salah. Nah, kamu pikirlah sekarang, kamu pernah tampar siapa dulu yang sakitnya kira-kira sebanding sama sakitmu ini?"

Aku diam sambil memegangi kedua pipiku yang masih terasa panas.

"Mana saya tau! Lagian apa, sih, dateng-dateng asal tampar! Mau kamu dibalas karma?!"

Meledaklah tawanya.

"Kamu kok lucu? Sudah begini bawa-bawa karma. Waktu kamu tampar orang, pernah kepikir karma, ndak? Ha? Ndak, toh? Yawis, bukan urusan saya juga. Habis ini, urusan saya selesai, kok. Masih banyak orang macam kamu yang harus saya tampar juga. Biar belajar tau diri dan ndak semena-mena."

Lalu sekali lagi, tangan dingin itu mendarat di dahi yang berkeringat dingin ini.

PLAK!!

No comments:

Post a Comment