Kamu percaya hantu?
Aku tidak. Tapi, dia hadir.
Sosok setipis kabut yang hadir di beranda, di bawah terik matahari akhir bulan Agustus.
Dengan mata sehitam bara, ia selalu menatap dengan wajah sendu.
Aku tidak percaya hantu. Tapi, dia ada.
Duduk diam temani sepi, mengusir lara.
Apakah aku mulai gila jika inginkan kamu selalu bersamaku?
No comments:
Post a Comment