Friday, June 2, 2017

Katanya...

Merokok dalam diam setelah bekerja fisik memang nikmat. Kutatap sisa barang yang masih berserak, menunggu diletakkan di tempat yang seharusnya.

Dia masuk ke ruang tengah tempatku duduk terpekur melepas lelah. Memandang sekilas, lalu pergi ke dapur. Aku masih asyik dengan rokok dan dinding putih terbias cahaya lampu teras tempatku melabuhkan pandangan kosong di ruangan yang sengaja tak kuhidupkan lampunya.

Dia masuk lagi. Meletakkan secangkir cappucino sachet hangat di hadapanku seraya menarik rokok dari mulutku, menghisapnya sekali, lalu menekan baranya pada kotak rokok kosong yang kujadikan asbak. Asap rokok menguar dari mulutnya.

"Kamu 'nggak cocok sama rokok. Kopi juga 'nggak lebih baik, sih. Tapi lebih cocok buat kamu."

Setelah berkata itu, ia melengang kembali melanjutkan membereskan kamar tidur.

No comments:

Post a Comment