Kau tahu apa yang lucu?
Ketika satu keluarga saling duduk berhadapan, tertawa, bersenda gurau, bicara tanpa ada rasa sungkan.
Tapi bukan itu yang ku inginkan.
Aku ada bukan untuk menghidupimu.
Lantai kayu yang berderit tiap kali diinjak.
Kertas pelapis dinding yang lusuh dan lembab.
Menatapnya saja sudah membuat perasaanku tak nyaman.
Aku menghela nafas.
Mengertilah. Bukan hanya aku yang tidak suka.
Sambil melanjutkan membersihkan sisa-sisa benda merah lengket di lantai yang dingin, aku turut membuang semua perasaanku.
Besok hari pembakaran sampah.
Selamat tinggal.
No comments:
Post a Comment