Tuesday, October 1, 2013

I'm On Your Back



Title: I’m on Your Back
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Chapter: One Shot
Genre: Slice of life, Sad Romance,

Finishing: September 2013



Saya jatuh cinta.
                Dia orang yang sederhana. Bukan si glamor, bukan pula si tukang pesta. Dia senang berbicara, mengenai apa saja, dengan teman-temannya. Tapi ia lebih sering diam.
                Dia tidak rupawan seperti artis-artis ibukota maupun mancanegara. Menyukai seseorang bukan selalu mengenai wajah, bukan? Hanya saja, ada perasaan teduh yang menenangkan jika saya memandangnya. Membuat mata saya betah menelisik tiap sudut profil wajahnya.
                Lantas apa yang membuat saya jatuh cinta?
                Jika kamu tanya, maka dengan mantap saya menjawab; punggung.
                Tidak usah heran ataupun bingung. Juga jangan tanya mengapa, karena saya pun belum menemukan jawabannya. Tapi setiap berhadapan dengan punggung itu, rasanya saya bisa tersandung lalu jatuh cinta berulang kali.
                Ketika dia sedang berjalan di depan saya. Ketika dia sedang berdiri diam memunggungi saya. Maka saya hanya dapat diam, terkesima. Menikmati sepotong punggung dari orang yang diam-diam saya sukai. Seperti ada daya pikat tersendiri yang memancar dari punggung itu dan mampu membuat saya menjadi orang yang aneh karena jatuh cinta pada punggung.
               Mungkin kamu pikir itu menyedihkan. Bisa saja demikian. Tapi jika kamu memakai kacamata seperti yang saya pakai, mungkin kamu akan paham mengapa saya lebih memilih untuk menikmati bagian yang paling aneh untuk ditatap.
                Ketika saya berjalan di tempat ramai, mata saya akan memandangi punggung-punggung manusia yang berjalan di depan saya. Tapi saya belum menemukan punggung yang seperti miliknya. Dan mungkin memang punggung seperti itu hanya ada satu di seluruh dunia. Siapa yang tahu?
                Saya tidak minta kamu untuk paham saat mendengar cerita saya. Hanya saja jangan tertawa. Apa yang salah dari mencintai seseorang karena punggungnya? Saya rasa itu lebih baik daripada mencintai seseorang karena harta atau semata-mata wajah rupawan. Jika saya tanya kamu, apa yang membuatmu jatuh cinta dengan orang pilihanmu, saya tentu akan percaya. Seaneh apapun alasan yang kamu kemukakan. Karena bagi cinta, semua sama. Yang berbeda hanya pada kacamata dan label apa yang akan kita gunakan pada substansi berjudul ‘cinta’ tersebut.
                Dan setelah sekian lama saya mengenalnya, setelah sekian lama kami saling berbagi cerita, dia tidak akan pernah tahu bahwa selama ini saya menjaganya dalam diam. Mengawasi, menikmati sepotong punggung yang telah membuat saya jatuh cinta.
                Mungkin itulah sebabnya saya mencintai punggung itu. Karena sang pemilik punggung itu lebih sering menghadapkan punggungnya pada saya dan menghadapkan wajah yang penuh keteduhan itu pada orang lain. Orang yang ia cintai.



[THE END]

No comments:

Post a Comment