Title: I’m on Your Back
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Chapter: One Shot
Genre: Slice of life, Sad Romance,
Finishing: September 2013
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Chapter: One Shot
Genre: Slice of life, Sad Romance,
Finishing: September 2013
Saya jatuh cinta.
Dia
orang yang sederhana. Bukan si glamor, bukan pula si tukang pesta. Dia senang
berbicara, mengenai apa saja, dengan teman-temannya. Tapi ia lebih sering diam.
Dia
tidak rupawan seperti artis-artis ibukota maupun mancanegara. Menyukai
seseorang bukan selalu mengenai wajah, bukan? Hanya saja, ada perasaan teduh
yang menenangkan jika saya memandangnya. Membuat mata saya betah menelisik tiap
sudut profil wajahnya.
Lantas
apa yang membuat saya jatuh cinta?
Jika
kamu tanya, maka dengan mantap saya menjawab; punggung.
Tidak
usah heran ataupun bingung. Juga jangan tanya mengapa, karena saya pun belum
menemukan jawabannya. Tapi setiap berhadapan dengan punggung itu, rasanya saya
bisa tersandung lalu jatuh cinta berulang kali.
Ketika
dia sedang berjalan di depan saya. Ketika dia sedang berdiri diam memunggungi
saya. Maka saya hanya dapat diam, terkesima. Menikmati sepotong punggung dari
orang yang diam-diam saya sukai. Seperti ada daya pikat tersendiri yang
memancar dari punggung itu dan mampu membuat saya menjadi orang yang aneh
karena jatuh cinta pada punggung.
Mungkin
kamu pikir itu menyedihkan. Bisa saja demikian. Tapi jika kamu memakai kacamata
seperti yang saya pakai, mungkin kamu akan paham mengapa saya lebih memilih
untuk menikmati bagian yang paling aneh untuk ditatap.
Ketika
saya berjalan di tempat ramai, mata saya akan memandangi punggung-punggung
manusia yang berjalan di depan saya. Tapi saya belum menemukan punggung yang
seperti miliknya. Dan mungkin memang punggung seperti itu hanya ada satu di
seluruh dunia. Siapa yang tahu?
Saya
tidak minta kamu untuk paham saat mendengar cerita saya. Hanya saja jangan
tertawa. Apa yang salah dari mencintai seseorang karena punggungnya? Saya rasa
itu lebih baik daripada mencintai seseorang karena harta atau semata-mata wajah
rupawan. Jika saya tanya kamu, apa yang membuatmu jatuh cinta dengan orang
pilihanmu, saya tentu akan percaya. Seaneh apapun alasan yang kamu kemukakan.
Karena bagi cinta, semua sama. Yang berbeda hanya pada kacamata dan label apa
yang akan kita gunakan pada substansi berjudul ‘cinta’ tersebut.
Dan
setelah sekian lama saya mengenalnya, setelah sekian lama kami saling berbagi
cerita, dia tidak akan pernah tahu bahwa selama ini saya menjaganya dalam diam.
Mengawasi, menikmati sepotong punggung yang telah membuat saya jatuh cinta.
Mungkin
itulah sebabnya saya mencintai punggung itu. Karena sang pemilik punggung itu
lebih sering menghadapkan punggungnya pada saya dan menghadapkan wajah yang
penuh keteduhan itu pada orang lain. Orang yang ia cintai.
[THE END]
No comments:
Post a Comment