Saturday, July 13, 2013

Game Over



Title: Game Over
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Genre: Fluff
Chapter: One shot
Finishing: April 2013


Sudah berapa lama kita seperti ini?
                Kamu tahu aku tahu.
                Kamu yang selalu menulis prosa-prosa pendek tentang cinta tak terbalas. Itukah perasaan yang selama ini kamu simpan, kemudian diam-diam kamu utarakan dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang kamu rangkai agar indahnya terbingkai?
                Kamu yang selalu mengeluh mengenai perasaan yang tersia-sia. Jatuh cinta diam-diam, katamu, sungguh melelahkan. Lantas kenapa kamu bertahan?
                Kamu yang selalu tertawai satir yang sengaja kuucapkan. Serius atau tidak, aku tahu itulah yang disebut oleh kesedihan. Orang yang menertawai apapun adalah orang yang paling sedih di dunia. Mungkinkah itu kamu?
                Aku tahu kamu tahu.
                Aku yang diam-diam membaca prosa-prosa pendek karanganmu tentang cinta tak terbalas. Aku tahu betul apa yang kamu rasa ketika kamu menulis prosa-prosa itu. Kutertawai tulisanmu. Kenapa? Karena aku pun rasa.
                Aku yang kesal pada sifat keras kepalamu, namun diam-diam aku pun serupa. Entah apa yang menahanku untuk mengutarakan perasaan yang tak kutahu sejak kapan hadir di hati. Ego kah? Pertanyaan yang kulontarkan untukmu, mungkin akan berbalik padaku. Lantas kenapa aku pun bertahan?
                Aku yang seringkali melontarkan satir agar dapat kurekam senyummu. Kuharap kamu tahu, aku pun ingin sekali kamu membagi kesedihan yang diam-diam kamu simpan sendiri itu dengan aku. Hanya dengan aku.
Egois.
                Ya, aku memang egois. Kudiamkan kamu yang tak hentinya bercerita. Kubiarkan kamu dan segala kesahmu. Tapi jangan salah, aku pun memperhatikanmu dalam sedihmu.
                Maukah kamu hentikan permainan kucing-kucingan ini? Bukankah kamu sendiri yang lelah jatuh cinta dalam diam? Bukankah kita sudah saling tahu perasaan ini ternyata sudah melewati batas yang selama ini kita jaga dengan hati-hati?
                Sekalipun kita tak saling berhubungan lewat komunikasi apapun, tapi bukankah kita sama-sama saling mendoakan?
                Apa? Aku? Jika itu memang inginmu agar aku yang duluan mengalah, baiklah. Tunggu aku, aku akan segera mengejarmu, menemukanmu yang bersembunyi dalam selubung untuk menuntaskan permainan yang sudah tahunan kita mainkan. Tak ada lagi prosa-prosa tentang cinta tak berbalas, keluh-kesah lelah serta kesedihan yang diam-diam disimpan.
Kita ubah semua. Kita jungkir-balikan kenyataan. Kita tertawa puas.
Sssttt....
                Kurasa aku melihat ekormu. Tiga... dua... satu....
                BAM!
Kamu tertawa. Aku tertawa.
                Permainan ini berakhir. Semua tertawa. Menertawai betapa bodohnya kamu dan aku.
                Semesta memang pandai membuat lelucon.

No comments:

Post a Comment