Title: Game Over
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Genre: Fluff
Chapter: One shot
Finishing: April 2013
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Genre: Fluff
Chapter: One shot
Finishing: April 2013
Sudah berapa lama kita seperti ini?
Kamu
tahu aku tahu.
Kamu
yang selalu menulis prosa-prosa pendek tentang cinta tak terbalas. Itukah
perasaan yang selama ini kamu simpan, kemudian diam-diam kamu utarakan dalam
bentuk tulisan dengan bahasa yang kamu rangkai agar indahnya terbingkai?
Kamu
yang selalu mengeluh mengenai perasaan yang tersia-sia. Jatuh cinta diam-diam,
katamu, sungguh melelahkan. Lantas kenapa kamu bertahan?
Kamu
yang selalu tertawai satir yang sengaja kuucapkan. Serius atau tidak, aku tahu
itulah yang disebut oleh kesedihan. Orang yang menertawai apapun adalah orang
yang paling sedih di dunia. Mungkinkah itu kamu?
Aku
tahu kamu tahu.
Aku
yang diam-diam membaca prosa-prosa pendek karanganmu tentang cinta tak
terbalas. Aku tahu betul apa yang kamu rasa ketika kamu menulis prosa-prosa
itu. Kutertawai tulisanmu. Kenapa? Karena aku pun rasa.
Aku
yang kesal pada sifat keras kepalamu, namun diam-diam aku pun serupa. Entah apa
yang menahanku untuk mengutarakan perasaan yang tak kutahu sejak kapan hadir di
hati. Ego kah? Pertanyaan yang kulontarkan untukmu, mungkin akan berbalik
padaku. Lantas kenapa aku pun bertahan?
Aku
yang seringkali melontarkan satir agar dapat kurekam senyummu. Kuharap kamu
tahu, aku pun ingin sekali kamu membagi kesedihan yang diam-diam kamu simpan
sendiri itu dengan aku. Hanya dengan aku.
Egois.
Ya,
aku memang egois. Kudiamkan kamu yang tak hentinya bercerita. Kubiarkan kamu
dan segala kesahmu. Tapi jangan salah, aku pun memperhatikanmu dalam sedihmu.
Maukah
kamu hentikan permainan kucing-kucingan ini? Bukankah kamu sendiri yang lelah
jatuh cinta dalam diam? Bukankah kita sudah saling tahu perasaan ini ternyata sudah
melewati batas yang selama ini kita jaga dengan hati-hati?
Sekalipun
kita tak saling berhubungan lewat komunikasi apapun, tapi bukankah kita
sama-sama saling mendoakan?
Apa?
Aku? Jika itu memang inginmu agar aku yang duluan mengalah, baiklah. Tunggu aku,
aku akan segera mengejarmu, menemukanmu yang bersembunyi dalam selubung untuk
menuntaskan permainan yang sudah tahunan kita mainkan. Tak ada lagi prosa-prosa
tentang cinta tak berbalas, keluh-kesah lelah serta kesedihan yang diam-diam
disimpan.
Kita ubah semua. Kita
jungkir-balikan kenyataan. Kita tertawa puas.
Sssttt....
Kurasa
aku melihat ekormu. Tiga... dua... satu....
BAM!
Kamu tertawa. Aku
tertawa.
Permainan
ini berakhir. Semua tertawa. Menertawai betapa bodohnya kamu dan aku.
Semesta
memang pandai membuat lelucon.
No comments:
Post a Comment