Title: Delusi
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Genre: Angst
Chapter: One shot
Finishing: June 2013
Author: DEADBORN
Rating: PG15
Genre: Angst
Chapter: One shot
Finishing: June 2013
Berulang kali, setiap malam...
Kamu membuatku
tak pernah sabar menanti malam. Karena hanya ketika malam tiba aku dapat
membebaskan imajinasi terliarku, dengan kamu. Setiap hari. Sejak aku mulai
mengenal kamu, enam tahun yang lalu, pada pertengahan bulan ketiga. Hingga saat
ini, hingga nanti.
Karena
aku mencintaimu.
Lebih
dari itu. Tergila-gila, obsesi, sebut saja. Dan mungkin saja benar. Tapi
bagiku, aku tetap bisa merasakan cinta sekalipun perasaan itu kadang menjadi
saru dengan nafsu yang kurasa setiap kali aku mulai menjamahmu. Senyummu,
desahmu, tangismu. Hembusan nafas yang menghangatkan ruang jiwa. Sapuan halus
yang tenangkan kalbu. Bisikan rindu yang bangkitkan gairah. Uap hangat dari
sisa-sisa cinta yang penuhi udara.
Dan
rasanya aku mulai gila.
Tentu
saja karena setiap kali malam tiba, kamu tak pernah alpa membawaku serta turut
larut dalam permainan panjang yang kamu susun sedemikian rupa hingga akalku
surut dan tak lagi aku bisa berlogika. Apa yang bisa kulakukan ketika otakku
pun hanya mematuhimu? Kamu buat aku mabuk dengan secawan nafsu yang terhidang
dalam arak bernama cinta.
Bicaralah
sesukamu.
Akan
kudengar, akan kupatuhi, akan kujalankan. Setiap untaian kata yang kamu
keluarkan dari bibir semanis ceri itu, laksana titah. Apapun akan kulakukan. Sekalipun
aku hancur, sekalipun aku harus mengakhiri hidupku dengan tanganku sendiri.
Aku tak
tahan lagi.
Aku
kehilangan kendali atas diriku sendiri. Delusi. Kamu dan semua yang pernah kita
alami hanya sebagian dari ledakan imajinasi akan kamu yang kini terlalu sulit
untuk aku raih. Meskipun kenikmatan yang kurasa itu bukan ilusi. Seremah surga
yang kukecap hanya dengan hadirkan kamu kembali dalam setiap malamku, bermain
dalam imajinasi yang membusuk dalam nafsu. Kamu turut mati bersama masa lalu. Aku
hidupkan kamu lagi dalam kepalaku, dan kita tak akan pernah berhenti bercinta. Sebuah
mimpi buruk yang berhasil memuaskan nafsu binatangku.
Pagi akan
segera tiba, dan kamu akan hangus dalam sinarnya.
Kututup
rapat semua pintu dan jendela. Kunyalakan lampu. Lihat, tidak ada yang berubah.
Rasa pahit itu masih ada, dan akan selalu ada. Tidak seperti kamu yang kini
tidak ada. Yang hanya ada di masa lalu, lalu kuhidupkan kembali dalam kepalaku,
jika malam tiba. Aku selalu berharap matahari akan lupa bersinar, sehingga aku
bisa bersamamu lebih lama. Tapi itu sama saja dengan berharap kamu hadir
kembali.
Matahari
mulai meninggi, membakar malam.
Aku mencintai
kamu yang menyimpan keindahan yang tersirat dalam sedih yang kamu sebarkan. Aku
yang egois, tak pernah ingin membagimu dengan siapapun. Keindahan yang hadir
secara sembunyi-sembunyi dalam kehancuran emosi, kamu yang tak pernah sadari
itu, hanya milikku sampai kapanpun. Meskipun aku harus mati dalam delusi ini,
aku tidak peduli. Tidak ada yang bisa mencemari indahmu yang terlukis dalam
guratan halus pada pergelangan tanganmu. Pada bekas-bekas cintamu yang mendalam
pada rasa sakit. Hanya aku. Biarkan kini semua terbakar bersama malam. Tak apa.
Malam nanti, kamu tak ubahnya burung phoenix yang akan kembali bangkit dari abu
kematiannya, dan kita bisa menghabiskan satu lagi malam tenggelam dalam darah,
keringat dan air mata.
Apakah
kamu mencintaiku?
Pertanyaan
yang tak pernah kuizinkan terlontar dari bibirku, dan tidak akan pernah
kuucapkan padamu. Sejak awal kita bertemu, hingga fisikmu lebur bersama masa
lalu. Hanya satu yang perlu aku tahu, kamu milikku. Dan hanya satu yang selalu
kamu tahu, aku mencintaimu.
Hari
ini, kubiarkan diriku jatuh dalam jurang terdalam nafsu. Kudengar suara kamu
memanggilku dari bawah sana.
No comments:
Post a Comment