Title: Matahari
Author: DEADBORN
Genre: Fluff
Rating: PG15
Chapter: One shot
Finishing: May 2013
Author: DEADBORN
Genre: Fluff
Rating: PG15
Chapter: One shot
Finishing: May 2013
Pagi ini langit mendung, sayang.
Saat
aku membuka mata, tidak ada sapaan hangat matahari yang senantiasa membujukku
untuk bangkit dari tempat tidur. Tidak ada lagi paksaan halus yang memintaku
untuk meninggalkan sarang mungilku demi satu lagi pengalaman hidup. Aku
berjuang bangkit dari tempat tidur. Kita bertemu setiap hari, tapi kini ini,
tak kujumpai kamu sekalipun sinarmu. Aku rindu matahariku.
Siang
ini gerimis menitik, sayang.
Saat
aku duduk dihadapan pekerjaanku, kudengar ketukan-ketukan halus. Tak bisa
kubedakan darimana ketukan itu berasal. Entah dari jendela, atau dari dalam
hati. Rintik hujan itu tak bisa menjamah tubuh ini, namun hati terasa kuyup. Rindu
itu rupanya menjelma, dan payungku berlubang. Meskipun mataku tak basah, bukan
berarti air mata tak mengalir. Pertahananku terlalu lemah, tapi aku masih ingin
berusaha menambal hati yang mengusang akibat terlalu merindu.
Sore
ini hujan menderas, sayang.
Seharusnya
aku pulang, tapi hujan ini menghalangiku untuk sampai ke rumah. Dari jendela,
kulihat betapa muramnya langit. Tangisnya menderas. Suara guntur meraung,
gemanya sampai ke hati. Itukah suaramu ketika merindu? Aku mencoba menutup indera
pendengaranku dari semua suara. Gelegar guntur, suaraku, bahkan suara hatiku. Tapi
aku tetap bisa mendengar suara kamu.
Malam
ini badai, sayang.
Aku
menyerah. Kubiarkan pertahananku rubuh dan tambalan rindu berlubang. Kubiarkan
air mata tetap mengalir membasahi hati. Satu saja tombol untuk mengakhiri ini
semua. Bahkan bulan pun membutuhkan matahari, bukan?
“Ya?”
“....aku
kangen.”
“Tunggu,
ya. Aku akan segera tiba.”
“Selalu.”
Kusibak
tirai hujan. Kutemukan kamu disana, di kaki pelangi. Matahariku.
No comments:
Post a Comment