Wednesday, June 12, 2013

Matahari



Title: Matahari
Author: DEADBORN
Genre: Fluff
Rating: PG15
Chapter: One shot
Finishing: May 2013


Pagi ini langit mendung, sayang.
                Saat aku membuka mata, tidak ada sapaan hangat matahari yang senantiasa membujukku untuk bangkit dari tempat tidur. Tidak ada lagi paksaan halus yang memintaku untuk meninggalkan sarang mungilku demi satu lagi pengalaman hidup. Aku berjuang bangkit dari tempat tidur. Kita bertemu setiap hari, tapi kini ini, tak kujumpai kamu sekalipun sinarmu. Aku rindu matahariku.
                Siang ini gerimis menitik, sayang.
                Saat aku duduk dihadapan pekerjaanku, kudengar ketukan-ketukan halus. Tak bisa kubedakan darimana ketukan itu berasal. Entah dari jendela, atau dari dalam hati. Rintik hujan itu tak bisa menjamah tubuh ini, namun hati terasa kuyup. Rindu itu rupanya menjelma, dan payungku berlubang. Meskipun mataku tak basah, bukan berarti air mata tak mengalir. Pertahananku terlalu lemah, tapi aku masih ingin berusaha menambal hati yang mengusang akibat terlalu merindu.
                Sore ini hujan menderas, sayang.
                Seharusnya aku pulang, tapi hujan ini menghalangiku untuk sampai ke rumah. Dari jendela, kulihat betapa muramnya langit. Tangisnya menderas. Suara guntur meraung, gemanya sampai ke hati. Itukah suaramu ketika merindu? Aku mencoba menutup indera pendengaranku dari semua suara. Gelegar guntur, suaraku, bahkan suara hatiku. Tapi aku tetap bisa mendengar suara kamu.
                Malam ini badai, sayang.
                Aku menyerah. Kubiarkan pertahananku rubuh dan tambalan rindu berlubang. Kubiarkan air mata tetap mengalir membasahi hati. Satu saja tombol untuk mengakhiri ini semua. Bahkan bulan pun membutuhkan matahari, bukan?
                “Ya?”
                “....aku kangen.”
                “Tunggu, ya. Aku akan segera tiba.”
                “Selalu.”
                Kusibak tirai hujan. Kutemukan kamu disana, di kaki pelangi. Matahariku.

No comments:

Post a Comment